Selasa, 24 November 2009

BSE Depdiknas : Download Gratis Buku Pelajaran Sekolah

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan penuh rasa gembira dan bangga menyuguhkan sejumlah buku teks pelajaran layak-pakai yang hak ciptanya telah dilmiliki Departemen Pendidikan Nasional.

Buku-buku teks pelajaran tersebut tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama Situs Buku Sekolah Elektronik yang disingkat BSE atau e-Book. Jumlah seluruhnya saat ini ada empat ratus tujuh (407) judul buku dan Insya Allah setiap tahunnya akan bertambah.

Buku-buku teks pelajaran ini telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008.

Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para penulis yang telah berdedikasi dalam perwujudan buku teks pelajaran sebagai sumber belajar yang sangat berguna bagi kepentingan peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk masa depan bangsa yang gemilang.

Buku-buku teks pelajaran yang telah dimiliki hak ciptanya oleh Depdiknas ini dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialihmediakan, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat. Masyarakat dapat pula mengunduh (down load) langsung dari internet jika memiliki perangkat komputer yang tersambung dengan internet, serta menyimpan file buku teks pelajarann tersebut.

Untuk penggandaan yang bersifat komersial, harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Saya berharap melalui Program Masal Buku Murah ini, buku teks pelajaran lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah di luar negeri dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang bermutu dan terjangkau.

Selamat belajar. Selamat mereguk ilmu, pengetahuan, dan teknologi melalui Buku Teks Pelajaran yang bermutu dan terjangkau.

Jakarta, 20 Agustus 2008
Menteri Pendidikan Nasional

BAMBANG SUDIBYO


SILAHKAN DOWNLOAD di Speedy atau LINK

»»  read more

Beasiswa Monbukagakusho untuk program Penataran Guru

Informasi Beasiswa Monbukagakusho
Program Teacher Training (Penataran Guru)

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2009 akan dibuka pada 16 November dan ditutup pada 29 Januari 2010




Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan.kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat mengingkatkan kualitas dan memapuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2010.




PERSYARATAN
  1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).

  2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2010. Semua bidang ditawarkan kecuali, bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama dan perhotelan.

  3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2010.

  4. Sehat jasmani dan rohani. (bagi pelamar wanita tidak diperbolehkan dalam kondisi hamil)

  5. Bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah bahasa Jepang.



FASILITAS YANG DIDAPAT
  1. Tanpa ikatan dinas.

  2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) - Jepang.

  3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.

  4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 170.000 per bulan (ada kemungkinan mengalami perubahan).

  5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.



CARA PELAMARAN
  1. Pendaftaran dibuka pada 16 November 2009 dan ditutup pada 29 Januari 2010.

  2. Bagi pelamar, baik pegawai negeri maupun swasta dapat langsung menyerahkan/mengirimkan formulir yang telah diisi ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.

  3. Bagi pelamar yang berstatus pegawai negeri tetap harus melapor dan menyerahkan fotokopi formulir kepada Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Departemen Pendidikan Nasional.



DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima)

  1. Formulir.

  2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).

  3. Ijasah dan transkrip nilai.

  4. Surat keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan disetujui mengikuti program beasiswa ini.

  5. Surat rekomendasi dari atasan mengenai pribadi pelamar.


  6. * Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang.



TAHAP PENYELEKSIAN
  1. Ujian tertulis bahasa Inggris (khusus untuk guru bahasa Jepang: ujian bahasa Jepang) pada tanggal 16 Februari 2010.

  2. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.

  3. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.

  4. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.



CATATAN
  1. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di :

    1. Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
      Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350
      Tel. 021 - 3192 4308 ext. 175 atau 176

    2. Konsulat Jenderal Jepang Surabaya
      Jl. Sumatera No. 93, Surabaya
      Tel. 031 - 503 0008

    3. Konsulat Jenderal Jepang Medan
      Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan
      Tel. 061 - 457 5193

    4. Konsulat Jenderal Jepang Denpasar
      Jl. Raya Puputan 170 Renon
      Telp. 0361 - 227 628, 223 193


  2. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh dengan melakukan download dari situs (website) Kedutaan Besar Jepang (doc version atau pdf version).


  3. Formulir pendaftaran yang telah diisi beserta dokumen pelengkap dikembalikan selambat-lambatnya tanggal 29 Januari 2010 ke alamat:

    Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350

»»  read more

Minggu, 22 November 2009

Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB



Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki. Seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Seveern yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun, hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu?

Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )

foto saat pidato - usia 12 tahun

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization.

Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON.

Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.

Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.”

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”, “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya”.

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu”

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

***

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya.

Setelah pidato nya selesai serempak seluruh orang yang hadir di ruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

“Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun ”

Cerita ini benar-benar terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar-benar pidato yang dikatakan nya dalam pidato tersebut tanpa dilebih-lebihkan.
»»  read more

Sabtu, 21 November 2009

ICT Dan Perempuan Usaha Kecil

Dalam era globalisasi saat ini peran ICT (Information and Commonication Technology) sebagai sarana pendukung pengembangan usaha saat ini tidak lagi diragukan. Banyak pelaku usaha telah mendayagunakan ICT untuk melakukan ekspansi usahanya. Betapa tidak adanya ICT ini telah membuat segala aktivitas terkait dengan usaha semakin mudah dilakukan dengan ekstra cepat. Seperti misalnya aktivitas korespondensi yang dulu dilakukan secara tradisional dengan pos, kini dilakukan melalui e-mail yang dalam hitungan detik informasi sampai pada klien/pelanggan. Masih banyak aktifitas usaha yang terdukung oleh adanya ICT ini khususnya aktivitas promosi usaha yang dilakukan di ruang maya (internet).

Di indonesia istilah ICT ini sering diadaptasikan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah semua yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Buku Putih, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6).

Secara sederhana Ms. Namrata Bali dari Sewa India, menuturkan apa yang dimaksud dengan ICT,

” As we have been talking about ICT since yesterday, I must tell you that the people working there are poor people. We someting forget The C between the I and T, and that is very inportant as it is ” information and communication technology. Communication is the most inportant thing when you are working with the poor, and you do not limit your self with just personal computers (PCs), the internet, and so on. You have to take up all kinds of traditional ways of communicating wit people ”. (Regional Forum: on ICT Applications in enterprise development August 2007, Bangkok).

Dari definisi ini semakin jelas bahwa ICT atau TIK tidak hanya dikaitkan dengan aspek teknikal tekhnologinya saja, namun juga melingkupi aspek konten atau informasi sebagai elemen penting yang harus ada, yakni aspek komunikasi antar manusia. Sehingga peran Teknologi Informasi, yang sering di singkat dengan TI lebih berperan sebagai alat dalam memproduksi, mengolah dan menyebarkan informasi (diseminasi) pada kalangan yang lebih luas.

Di Indonesia pemanfaatan TI di berbagai bidang masih rendah. Dalam Laporan Indikator IT Tahun 2004 disebutkan bahwa sarana penunjang akses informasi di Indonesia secara umum masih rendah. Jumlah PC per 100 penduduk Indonesia pada tahun 2004 hanya 1,36, masih jauh bila dibandingkan dengan Malaysia (19,70:100) dan Singapura (76,11:100). Jumlah pengguna internet pun masih rendah, yaitu 6,52 pengguna internet per 100 penduduk, dibandingkan dengan Malaysia (39,71:100) dan Singapura (56,12:100).(http://www.iptek.net.id/ind). Dalam sumber yang sama disebutkan juga, bahwa secara gender pengguna internet di Indonesia untuk laki-laki sekitar 75.86%. Sedangkan pengguna internet perempuan (24.14%).

Secara khusus pemanfaatan TI oleh usaha kecil di Indonesia tampaknya juga masih rendah. Meskipun belum ada data riil yang mengungkap, disinyalir pemanfaatan TI ini masih didominasi oleh para pelaku usaha skala besar. Menurut study AMI di 4 negara yaitu China, India, Philipina dan Indonesia, saat ini, China memiliki penetrasi komputer terbesar di kalangan usaha kecil yaitu 33%. Di urutan kedua Filipina dengan 24%, India 22%, dan Indonesia di urutan berikutnya dengan 18% (http://www.bisnis.com).

Padahal, pelaku usaha kecil dan mikro memiliki andil yang sangat besar dalam perekonomian nasional Indonesia. Data Sensus Ekonomi, (BPS 2006) menunjukkan jumlah UMK sekitar 22.513.552 (data di luar usaha pertanian). Sekitar 13.617.591 (60,73%) di kelola pengusaha laki-laki, sedangkan 8.841.961 (39,27 %) di kelola perempuan. Meskipun jumlah pengusaha perempuan tidak sebesar laki-laki, tetapi kontribusi perempuan dalam usaha cukup signifikan, khususnya dalam ekonomi keluarga.

Melihat gambaran data-data ini, khususnya bagi PUK dalam pemanfaatan TI sangatlah memprihatikan. Padahal dunia TI dalam waktu mendatang akan terus berkembang dan mememiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan daya saing usaha mereka.

Kendala-Kendala Bagi Perempuan

Banyak hal yang dapat disebut-sebut sebagai penghambat kurang berkembangnya penggunaan teknologi informasi di kalangan Perempuan Usaha Kecil.

Pertama, minimnya informasi dan pengetahuan tentang TI sebagai alat pendukung pengembangan usaha. Sehingga membuat pelaku-pelaku ekonomi usaha kecil mikro semakin jauh dari jangkauan teknologi-teknologi baru. Sehingga mempengaruhi apresiasi PUK terhadap penerapan TI sebagai sarana pendukung usaha.

Kedua, rendahnya kesempatan dan akses perempuan dalam mendapatkan pendidikan atau pelatihan terkait dengan dunia TI.

Ketiga, kendala sosial kultural, atau lebih tepatnya terkait dengan persoalan gender. Secara kultural, masyarakat masih melihat bahwa perempuan dirasa tidak mampu bekerja di ranah teknologi. Umumnya perempuan masih dipandang lebih baik melakukan pekerjaan rumah tangga (domestik). Sebagai implikasinya ruang perempuan untuk pekerjaan IT di sektor-sektor formal menjadi terbatas.

Sebuah upaya

Kompleksitas permasalahan terkait TI dan PUK ini tampaknya perlu perlu perhatian yang cukup serius, khususnya pemerintah. Mengingat pada era global seperti sekarang ini, khususnya PUK mau tidak mau mereka bertarung dalam persaingan yang semakin keras. Sehingga PUK harus mampu bertahan dan berkembang lebih baik. Hal ini diperlukan strategi untuk meningkatkan daya saing PUK salah satunya dengan mengintegrasikan ICT dalam usahanya.

Beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya,Pertama, memperluas kesempatan dan akses PUK pada penguasaan TI. Khususnya di daerah pedesaan. Termasuk dalam hal ini penyedian infrastruktur TI terkait jaringan listrik dan komunikasi, seperti telpon dan internet. Kedua, memberdayakan PUK melalui peningkatan ketrampilan dan pengetahuan terhadap penggunaan teknologi informasi. Ketiga, pengintegrasian isu gender ke dalam setiap program-program pengembangan komunitas, khususnya program pemerintah dalam penyebarluasan dan penguasaan ICT bagi usaha kecil, khususnya perempuan.

sumber: http://www.asppuk.or.id/
»»  read more

Mantap, Anak TK Juga Diajak Ikut Lomba ICT

Jakarta - Festival Information & Communication Technology (ICT) untuk sekolah kembali diadakan. Dalam Festival ICT untuk sekolah yang mengambil tema merencanakan sukses anak sejak dini ini dihadiri oleh 300 peserta.

Festival ICT dan seminar 2009 yang jadi acara perdana Yayasan Harapan Ibu, Jakarta, ini melibatkan peserta dari tingkat TK hingga SMA se-Jabodetabek.

Berbagai perlombaan turut menyemarakkan acara ini. Mulai dari lomba edugame untuk siswa TK, lomba menggambar, edugame serta animasi untuk siswa SD, hingga lomba membuat blog dan Facebook.

"Tujuan diadakan festival ICT ini adalah kami ingin memadukan festival serta seminar ICT menjadi satu yang sebelumnya belum pernah diadakan oleh sekolah-sekolah lainnya," tutur Mico Kelana Perdana, Divisi Pengembangan ICT, Sekolah Islam Harapan Ibu, yang ditemui detikINET, Sabtu (25/4/2009).

Lebih lanjut Mico menambahkan panitia menetapkan kriteria perlombaan dalam Festival ICT 2009 adalah untuk lomba edugame khusus siswa TK harus mendapatkan skor tertinggi dalam edugame tersebut.

Pada lomba menggambar khusus siswa SD, panitia memberikan tema menggambar tentang teknologi informasi (TI), Untuk lomba edugame para siswa diharuskan mendapatkan skor tertinggi pada edugame tersebut.

Selain lomba menggambar serta edugame, para siswa SD diharuskan menerjemahkan narasi yang diberikan oleh panitia. Nantinya hasil terjemahan narasi ini dibuat dalam bentuk animasi berbentuk power point.( eno / rou )
sumber: detik.net
»»  read more

Penerapan ICT dalam Pembelajaran

PENERAPAN ICT DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN

Oleh: Iwan Setiawan

A. Latar Belakang

Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap kegiatan pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan amat tergantung pada proses pembelajaran yang berlangsung dan dialami siswa di sekolah.

Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang melibatkan berbagai komponen yang saling berinteraksi satu sama lain sehingga terwujudnya kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Komponen-komponen tersebut diantaranya siswa, guru, kurikulum, metode, sarana fisik, pengalaman belajar dan media pembelajaran. Interaksi berbagai komponen tersebut sejatinya melahirkan kegiatan pembelajaran yang bermuara pada kegiatan belajar siswa yang aktif, kreatif, efektif dan tentu saja, menyenangkan, sehingga siswa merasa betah di kelas dan merasa senang terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan kata lain, seluruh kegiatan pembelajaran mestinya berpihak kepada kepentingan siswa. Guru sebagai salah satu komponen yang memiliki posisi yang sangat signifikan dalam kegiatan pembelajaran, dalam konteks ini tidak lagi memposisikan diri sebagai pemegang otoritas di kelas yang serba tahu dan sebagai satu-satunya sumber ilmu bagi siswa, melainkan hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Dalam pengertian ini, guru adalah figur demokratis yang mengayomi dan membimbing siswanya mencapai kompetensi yang ditetapkan. Guru adalah figur yang dengan cerdas menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, inovatif dan berwawasan teknologi serta membuka peluang-peluang baru bagi siswa untuk berkembang secara mandiri sesuai dengan minat dan potensi yang mereka miliki.

Kegiatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa pada akhirnya telah menuntut guru sebagai fasilitator untuk lebih kreatif dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kemajuan teknologi. Guru dituntut untuk memiliki kepekaan dan kemampuan mengadopsi perkembangan teknologi untuk kepentingan kegiatan pembelajaran di kelas. Kemampuan dan kepekaan terhadap teknologi ini menjadi keniscayaan bagi guru jika guru ingin kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di kelas tidak membosankan bagi siswa. Jika siswa merasa bosan di kelas, maka pencapaian kompetensi yang ingin dicapai pun akan terhambat. Kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berbasis pada teknologi akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan.

Perkembangan teknologi komputer secara signifikan telah merubah kehidupan masyarakat termasuk cara mereka memperoleh pengetahuan. Internet telah menawarkan lautan informasi bagi siswa yang secara independen dapat mereka akses tanpa tergantung lagi pada guru di kelas. Jika guru masih menampilkan diri sebagai figur yang gagap teknologi, maka niscaya mereka akan ketinggalan oleh muridnya baik dari sisi penguasaan informasi maupun komunikasi. Kegiatan pembelajaran akan menjadi tidak menarik di mata siswa jika mereka menemukan gurunya sendiri tidak menguasai teknologi informasi.

Dengan kata lain, guru harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang kreatif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan pembelajaran kreatif adalah suatu proses belajar yang diupayakan sekomunikatif mungkin sehingga situasi belajar menjadi menyenangkan. Menurut Tatang Suhendar, M. Si, (LPMP:2005) betapa pentingnya bagi guru untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan karena; pertama, akan membantu anak berhasil guna jika kita tidak bersama mereka; kedua, menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah; ketiga, menimbulkan akibat besar dalam kehidupan siswa dan; keempat, menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.

B. Maksud dan Tujuan

Makalah ini disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan pentingnya pemanfaatan (ICT) dalam kegiatan pembelajaran.

2. Untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Microsoft Office dalam kegiatan pembelajaran.

3. Untuk mendeskripsikan internet dan bahan ajar berbasis ICT.

4. Untuk mendeskripsikan keuntungan dan kelemahan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.

5. Untuk mendeskripsikan spesifikasi hardware dan software untuk kegiatan pembelajaran berbasis ICT.

6. Untuk mendeskripsikan tantangan yang ada di lapangan.

C. Pengertian Information and Communication Technology (ICT)

Teknologi komputer dapat berfungsi sebagai teknologi informasi maupun sebagai teknologi komunikasi. Seorang guru dalam konteks ini sejatinya menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Istilah Information and Communication Technology (ICT) dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Istilah TIK dalam makalah ini bukan TIK sebagai Mata Pelajaran, melainkan sebagai segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer dalam kegiatan pembelajaran. Dalam konteks ini, TIK sebagai information and communication technology based learning dan multimedia learning.

Secara akademis, pengertian teknologi informasi dapat dibedakan dengan teknologi komunikasi, meskipun pada prakteknya teknologi informasi dan komunikasi ibarat dua sisi mata uang. Teknologi informasi memiliki pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, pengunaan komputer sebagai alat bantu, manipulasi dan pengolahan informasi. Sementara teknologi komunikasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu ke perangkat yang lainnya. Dalam konteks pembelajaran, ICT meliputi segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer untuk mengolah informasi dan sebagai alat bantu pembelajaran serta sebagai sumber informasi bagi guru dan siswa.

D. Pemanfaatan Microsoft Office dalam Kegiatan Pembelajaran

1. Microsoft Word

Seorang guru yang menguasai teknologi informasi adalah guru yang dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar, analisis hasil belajar maupun kegiatan remedial dan enrichment telah memanfaatkan komputer secara optimal. Dokumen administrasi guru semuanya tersimpan secara digital dan setiap saat dapat diakses dan diperbaharui sesuai dengan kebutuhan.

Perencanaan pembelajaran yang dirancang guru mulai dari progam tahunan sampai rencana persiapan pembelajaran dibuat dan disimpan secara digital dalam bentuk file-file dalam program aplikasi microsoft word. Manfaat yang diperoleh guru dari pemanfaatan aplikasi wicrosoft word dalam pembuatan perencanaan pembelajaran sangat banyak, diantaranya; pertama, guru dapat memiliki back-up data yang lengkap dan setiap saat dokumen perencanaan pembelajaran dapat direvisi dan di-up-date sesuai kebutuhan. Kedua, guru dapat mem-print-out dokumen tersebut untuk kepentingan pembelajaran dan supervisi dan dapat dengan seketika melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap dokumen tersebut. Hal ini sangat membantu guru dalam efisiensi waktu, tenaga dan pikiran. Ketiga, soal-soal ulangan blok maupun harian serta bank soal dapat terdokumentasikan dengan rapih dan dapat diakses kembali untuk kepentingan assessment berikutnya. Keempat, guru mendapatkan kemudahan dalam menyiapkan dokumen pembelajaran dan penilaian karena tidak harus memulai dari nol setiap kali harus membuat dokumen pembelajaran seperti ketika semua administrasi guru dan dokumen pembelajaran masih dibuat secara manual dan konvensional. Selama ini, persoalan yang selalu dihadapi guru ketika menghadapi suvervisi adalah tidak siapnya dokumen administrasi pembelajaran karena faktor waktu yang tersedia untuk mempersiapkan dokumen tersebut tersita oleh kegiatan pokok. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, persoalan waktu dan kesulitan teknis dapat dipangkas sehingga penyusunan dokumentasi administrasi pembelajaran dan dokumentasi soal-soal menjadi lebih mudah, efektif dan efisien.

Dokumen administrasi guru yang dapat dibuat dalam format microsoft word diantaranya adalah program tahunan, program semester, silabus, analisis SK dan KD, rencana persiapan pembelajaran, soal-soal ulangan blok dan harian dan dokumen lainnya yang membutuhkan software pengolah kata.

2. Microsoft Powerpoint

Microsoft Powerpoint merupakan aplikasi yang disiapkan oleh Microsoft Corporation untuk melakukan presentasi di depan publik yang terbatas. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur dan menu yang lengkap sehingga sebuah presentasi dapat dibuat semenarik dan seatraktif mungkin. Dalam prakteknya di kelas, pemanfaatan aplikasi powerpoint membutuhkan dukungan perangkat keras (hardware) yaitu satu unit komputer portable yaitu laptop dan in-focus yang berfungsi sebagai wide-screen Dengan tersedianya aplikasi ini di pasaran, guru dapat memanfaatkan aplikasi powerpoint untuk kepentingan presentasi di kelas.

Kegiatan pembelajaran akan sangat menarik dan menyenangkan di mata siswa, karena guru dalam presentasinya dapat menyisipkan suara tertentu atau bahkan lagu, gambar lucu ataupun animasi yang menarik sehingga siswa merasa senang dan tidak bosan di kelas. Dengan powerpoint telah terjadi revolusi cara mengajar guru, jika selama ini kelas dianggap siswa sebagai “penjara”, maka setelah guru menggunakan powerpoint, kelas berubah menjadi “kelas” yang menyenangkan di mana di dalamnya terjadi kegiatan pembelajaran.

Pemanfaatan aplikasi powerpoint sebagai technology based education dan multimedia learning secara bertahap sejatinya mulai diterapkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Powerpoint sebagai software presentasi ternyata sangat membantu guru dalam memancing minat dan motivasi siswa untuk belajar. Di samping itu, suasana kelas menjadi aktif dan siswa merasa senang dengan presentasi yang ditampilkan guru. Dengan powerpoint guru menjadi leluasa untuk berimprovisasi merencanakan pembelajaran yang atraktif karena fasilitas yang ada pada aplikasi powerpoint sangat lengkap untuk membuat presentasi yang tidak membosankan. Di samping itu, guru memiliki banyak pilihan menampilkan kegiatan pembelajaran sekreatif mungkin untuk kepentingan belajar siswa.

Di antara fitur yang tersedia dalam microsoft powerpoint yang dapat digunakan oleh guru dalam membuat presentasi pembelajaran adalah:

a) Variasi background;

b) Variasi teks, warna dan grafik;

c) Menggabungkan file;

d) Hyperlink;

e) Navigasi;

f) Insert picture, video dan audio;

g) Variasi animasi;

h) Insert flash.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan ketika akan membuat presentasi pembelajaran dengan menggunakan microsoft powerpoint adalah:

A. Aspek Pembelajaran:

1. Substansi materi harus sesuai dengan konsep dan teori yang benar.

2. Pemilihan topik harus sesuai dengan kurikulum.

3. Adanya konsistensi antara materi dan tujuan pembelajaran.

4. Aktualitas (sesuai dengan perkembangan mutakhir).

5. Adanya kejelasan pesan yang membantu mempermudah memahami konsep dan memperjelas pemahaman.

6. Pemberian contoh untuk membantu penjelasan.

7. Pemilihan KD yang divisualkan terutama yang bersipat verbal.

B. Aspek Teknis:

1. Suara (audio) digunakan untuk memperjelas konsep dan mencairkan suasana kelas.

2. Tampilan layar presentasi seperti warna dan tata letak harus memperjelas ilustrasi.

3. Teks harus memperhatikan jenis font, ukuran dan warna agar lebih mudah dibaca.

4. Movie dan animasi untuk memperjelas pesan.

5. Navigasi perlu memperhatikan penempatan navigasi dan bentuknya yang mudah menarik perhatian.

6. Efisiensi dengan memperhatikan waktu, tenaga dan biaya.

3. Microsoft Excel

Tugas pokok guru yang tidak kalah penting dan rumit dari melaksanakan pembelajaran adalah melakukan penilaian (assessment) terhadap hasil belajar siswa dan melakukan analisis hasil belajar untuk mendapatkan umpan balik (feedback) sebagai bahan masukan bagi guru dan siswa dalam mengambil langkah selanjutnya apakah melakukan remedial atau pengayaan (enrichment).

Ketika komputer belum merambah ke sekolah-sekolah, kegiatan penilaian dan analisis hasil belajar dilakukan secara manual dan paper oriented. Kegiatan penilaian dan analisis hasil belajar terasa begitu rumit dan menjemukan. Untuk menganalisis siswa satu kelas saja yang berjumlah 40 siswa, tidak dapat selesai dalam satu hari dengan menggunakan kalkulator.

Namun dengan memanfaatkan aplikasi microsoft excel guru dapat mengolah nilai siswa dan menganalisis tingkat kesukaran soal sekaligus dalam waktu singkat, sehingga diperoleh data berapa siswa yang perlu pengayaan dan berapa siswa yang perlu remedial serta soal mana saja yang termasuk kategori mudah, sedang maupun sukar dan soal mana saja yang ditolak, perlu direvisi maupun diterima untuk dikoleksi dan disimpan di bank soal. Di samping itu, guru juga dapat membuat raport sementara secara otomatis menggunakan rumus sebagai laporan hasil belajar siswa.

Semua pekerjaan tersebut jika sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari, maka setelah memanfaatkan teknologi informasi, semua pekerjaan itu dapat selesai hanya dalam waktu beberapa jam saja. Guru hanya perlu meng-entry-kan data yang ada dan selebihnya dikerjakan oleh komputer.

Misalnya ketika penulis akan memeriksa hasil ulangan blok dalam bentuk pilihan ganda atau pun uraian, maka penulis tinggal meng-entry-kan jawaban siswa dan skornya, maka secara otomatis diperoleh data nilai siswa, nama siswa yang tuntas dan tidak tuntas, jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas, tingkat kesukaran soal mana yang mudah, sedang dan sukar serta data tentang mana soal yang ditolak, perlu direvisi dan nomor berapa soal yang diterima. Di samping itu, data yang diperoleh langsung masuk ke dalam lembar Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) secara otomatis, sehingga guru tinggal mem-print-out LHBS tersebut untuk dikirim kepada orang tua.

Dengan memanfaaatkkan microsoft office, seluruh dokumen pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan analisis hasil belajar serta data tentang perkembangan siswa dan nilai siswa semuanya didokumentasikan dengan rapih dan dapat diakses kapanpun. Guru akan terhindar dari masalah pengarsipan dokumen di kantor maupun di rumah karena semua dokumen tersebut telah dsimpan secara digital. Print-out dokumen dapat dipersiapkan untuk kepentingan pembelajaran dan supervisi tanpa harus merasa khawatir hilang atau rusak karena guru memiliki back-up data di komputer.

E. Internet dan Bahan Ajar Berbasis ICT

Salah satu kendala yang dihadapi guru di lapangan ketika membuat persiapan pembelajaran adalah terbatasnya buku sumber materi pembelajaran. Keberadaan perpustakaan di sekolah pun tidak dapat menjawab permasalahan kurangnya sumber belajar. Keterbatasan anggaran yang ada di sekolah semakin melengkapi alasan kurangnya ketesediaan sumber bahan ajar.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dewasa ini telah memberikan alternatif pemecahan masalah bagi guru dalam mengatasi kesulitan sumber bahan ajar. Internet menyediakan solusi bagi guru dalam membuat persiapan pembelajaran yang berbasis ICT. Guru tinggal mengakses dan berselancar di internet untuk mencari dan menemukan materi yang dibutuhkan sebagai bahan ajar di kelas.

Interconnected Network atau lebih populer dengan sebutan internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Internet dapat memberikan informasi yang mendidik, positif dan bermanfaat bagi manusia, namun juga dapat dijadikan lahan kejelekan dan kemaksiatan. Hanya etika, mental dan keimanan masing-masing lah yang menentukan batas-batasnya.

Dengan adanya internet sejatinya persoalan kurangnya sumber bahan ajar tidak menjadi persoalan lagi bagi guru, karena internet sendiri adalah lautan informasi di belantara dunia maya. Apapun dapat diakses oleh guru asalkan tahu caranya. Internet adalah pintu gerbang informasi yang terbuka sehingga siapapun dapat mengakses, termasuk siswa. Saat ini, sulit sekali ditemukan siswa yang tidak mengenal dan akrab dengan internet terutama mereka yang tinggal di daerah perkotaan.

Internet telah merubah pola-pola komunikasi, pola sosial dan tatanan nilai yang selama ini telah mapan di masyarakat, bahkan secara ekstrim telah menafikan batas-batas teritorial antar negara. Informasi bukan lagi milik mereka yang pintar, melainkan milik mereka yang memiliki akses ke media informasi. Jika selama ini guru dipandang sebagai pigur yang serba tahu dan pemegang otoritas tunggal di kelas, maka seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, anggapan tersebut dapat dikoreksi, apalagi jika guru tersebut buta internet. Di jaman sekarang, seorang siswa sah-sah saja lebih pintar dari gurunya karena siswa tersebut sering mengakses internet dan membaca buku ketimbang gurunya.

Namun demikian, saat ini kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi kepentingan dunia pendidikan sudah merasuki semua stockholder pendidikan. Ketika guru mengajar di kelas multimedia, maka disamping menggunakan aplikasi powerpoint sebagai software presentasi, maka guru dapat meng-insert bahan ajar yang berbasis ICT ke dalam presentasi tersebut. Powerpoint dalam kaitannya dengan bahan ajar yang berbasis ICT tidak lebih hanya sebagai media yang menampilkan bahan ajar tersebut supaya lebih menarik. Sementara bahan ajar itu sendiri bersumber dari internet atau pun dibuat sendiri oleh guru dengan menggunakan software tertentu.

F. Hardware and Software yang Mendukung

Untuk dapat menampilkan berbagai bahan ajar berbasis ICT baik yang bersumber dari internet maupun hasil kreatifitas guru sendiri, terdapat beberapa fasilitas yang perlu dipersiapkan oleh pihak sekolah, yaitu:

1) Hardware (perangkat keras)

Perangkat keras yang minimal perlu dipersiapkan di sekolah yang mendukung pada kegiatan pembelajaran berbasis ICT adalah:

a. Ruang multimedia

b. Satu unit laptop dengan spesifikasi minimal:

-. Prosessor minimal Celeron.

-. Memori minimal 512 MB

-. Harddisk minimal 80 GB

-. DVD Writer

-. Modem internal atau eksternal

-. VGA card minimal 64 MB

-. Sound card

-. USB fort

-. Card reader dan webcam

c. Satu set in-focus

d. Satu unit printer

e. Satu unit televisi berwarna minimal 21 inchi

f. Satu unit DVD player

g. Satu set sound system

h. Line Telepon atau

i. Pemancar

2) Software (perangkat lunak)

a. Operating system Windows XP atau Linux

b. Microsoft office (Word, Excel, Power point, Access)

c. Java applet

d. Shockwave player

e. Macromedia Flash

f. Quick Time Player

g. Adobe Acrobat Reader

h. Breeze

i. Search engine yang popular seperti Google dan Yahoo dan software untuk browsing internet yang popular seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari dan Opera.

Di samping perangkat keras (hardware) dan lunak (software) tersebut, juga tidak kalah penting adalah guru sebagai brainware yang akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Guru perlu menguasai dan mengerti perangkat keras dan perangkat lunak tersebut agar dapat membuat persiapan pembelajaran berbasis ICT.

Untuk berkomunikasi di internet dengan netter di belahan dunia lainnya dengan menggunakan e-mail, maka seorang guru perlu untuk memiliki account di internet dengan mendaftar di Yahoo. Adapun cara untuk mendaftar e-mail di Yahoo secara gratis dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

- Klik Browser Internet Explorer atau kalau ada Mozilla Firefox.

- Ketik alamat yang diinginkan http://www.yahoo.com

- Lalu klik Mail

- Kemudian klik Sign Up Now

- Setelah tampilan yang berikutnya terbuka, anda pilih yang Free atau gratis.

- Setelah tampilan yang berikutnya terbuka, anda dapat mengisi formulir yang tersedia.

- Kemudian setelah formulir terisi, kliklah Submit This Form.

Setelah memiliki account di Yahoo, maka seorang guru dapat membuka dan mengirim e-mail secara gratis. Adapun cara untuk membuka e-mail sebagai berikut:

- Klik Browser Internet Explorer

- Ketik alamat Yahoo http://www.yahoo.com

- Masukan Yahoo ID dan Password lalu tekan Sign In

- Setelah klik Check E-mail

- Klik In-Box

- Klik Subject E-mail yang ada di In-Box.

Jika ingin mengirim e-mail, dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

- Klik Compose atau new

- Isi kolom yang tersedia, yaitu:

- To: alamat e-mail yang dituju.

- Cc: alamat e-mail lain

- Bcc: alamat e-mail lain lagi

- Subject: hal surat/judul surat

G. Keuntungan dan Kelemahan Pemanfaatan ICT

1. Keuntungan bagi siswa:

a) Interaksi siswa dengan guru melalui e-mail

b) Interaksi siswa dengan siswa melalui milis

c) Interaksi siswa dan siswa dengan guru bersama-sama

d) Interaksi siswa dengan pelajaran

e) Mendapat sumber belajar alternatif yang tersedia secara luas.

2. Keuntungan bagi guru:

a) Efisien dan efektif

b) Memperkecil kesalahan persepsi

c) Mengatasi masalah kekurangan alat

d) Mengembangkan kompetensi guru di bidang ICT.

e) Mengembangkan ICT dengan belajar mandiri, berinisiatif, kreatif dan inovatif.

f) Berkomunikasi dengan sesama guru secara nasional maupun internasional

g) Memperoleh materi ajar secara cepat dan murah berbasis ICT

3. Kelemahan pemanfaatan ICT:

a) Penggunaan internet memerlukan infrastruktur yang memadai

b) Penggunaan internet mahal

c) Komunikasi melalui internet sering kali lamban.

H. Tantangan yang dihadapi di lapangan

Terdapat beberapa tantangan yang menghadang ketika guru dituntut untuk memanfaatkan ICT dalam kegiatan pembelajaran. Tantangan tersebut bukan saja di tingkat guru, melainkan juga di sekolah, masyarakat dan pemerintah sendiri. Tantangan ini perlu dihadapi dan diatasi secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. Di antara tantangan-tantangan tersebut adalah:

1. Terdapat kesenjangan infrastruktur antar daerah yang maju dan tertinggal. Di satu sisi terdapat daerah yang sekolahnya telah memiliki akses internet sementara di daerah lain terdapat sekolah yang belum masuk listrik.

2. Terdapat kesenjangan kulitas guru baik antar sekolah maupun antar daerah. Tidak semua guru menguasai teknologi informasi dan komunikasi, sehingga sangat sulit untuk menuntut mereka menyelenggarakan pembelajaran berbasis ICT meskipun di sekolah mereka telah mengakses internet. Sementara di sisi lain terdapat guru yang cukup menguasai teknologi informasi dan komunikasi namun di sekolah mereka belum mengakses internet atau bahkan belum mempunyai komputer.

3. Keterbatasan anggaran yang dimiliki sekolah dan pemerintah untuk melengkapi infrastruktur teknologi sehingga sangat sulit bagi sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis ICT.

4. Adanya resistensi dari kalangan masyarakat tertentu dengan dalih agama dan pelestarian nilai-nilai moralitas di masyarakat.

5. Adanya sikap merasa puas dengan apa yang telah ada di kalangan sementara guru dan kemudian bersikap resisten terhadap perubahan.

I. Kesimpulan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk menyentuh dunia pendidikan. Karena itu, sekolah dan guru tidak dapat mengelak dari trend ini hanya karena persoalan anggaran atau pun persoalan keterbatasan akses dan wawasan. Satu hal yang harus dilakukan adalah melangkah maju dan menceburkan diri tanpa ragu ke dalam arus teknologi ini untuk kemajuan dunia pendidikan kita.

Guru sejatinya memberi contoh kepada siswa bahwa teknologi merupakan suatu keniscayaan yang sedang dihadapi, sehingga penguasaan teknologi adalah sesuatu yang harus direbut oleh siswa. Pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran perlu diusahakan oleh guru sesuai dengan kemampuan masing-masing sekolah dan guru bersangkutan.

Bahwa terdapat tantangan-tantangan seperti keterbatasan anggaran untuk melengkapi infrastruktur yang mendukung pada penguasaan teknologi informasi dan komunikasi ini adalah fakta, namun satu hal yang perlu dilakukan adalah membuat satu langkah awal yang mengarah pada penguasaan teknologi baik oleh guru maupun oleh siswa. Satu langkah awal selalu diikuti oleh langkah berikutnya dan terkadang oleh suatu lompatan besar. Karena itu, sekolah dan guru harus memprioritaskan penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam program prioritas. Seluruh sumber daya yang ada secara sinergis diarahkan pada pencapaian program ini sehingga diharapkan sebagaimana target pemerintah bahwa tahun 2009 75% sekolah menengah telah memiliki akses internet dan menerapkan ICT dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

J. Saran

Adapun saran yang akan disampaikan berdasarkan pada uraian pada makalah ini adalah:

1. Perlu diadakan pelatihan internet dan aplikasi tertentu seperti microsoft Office khususnya powerpoint atau aplikasi membuat animasi untuk para guru di setiap sekolah agar para guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis ICT. Pelatihan tersebut baiknya diadakan di setiap sekolah dengan melibatkan seluruh guru mata pelajaran sehingga akan ada pemerataan pemahaman tentang materi pelatihan yang diberikan. Sementara pelatihan internet dan ICT yang selama ini pernah diadakan hanya menyentuh sebagian kecil guru di sekolah. Desiminasi yang diharapkan ternyata tidak berjalan baik karena faktor psikologis antar guru dan kurangnya respon yang memadai dari sekolah.

2. Alokasi anggaran untuk pelatihan dan penyediaan infrastruktur ICT dalam RAPBS perlu mendapatkan porsi yang besar untuk mendukung akselerasi penguasaan teknologi oleh guru dan siswa.

3. Perlu adanya komunikasi yang intensif dan produktif terutama antara pihak sekolah dengan masyarakat khususnya komite sekolah dalam menentukan prioritas anggaran sekolah dan menentukan besaran anggaran yang dapat diperoleh dari masyarakat.

4. Perlu adanya kesamaan persepsi diantara guru tentang pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dengan memprioritaskan kepemilikan personal computer (PC) di rumah masing-masing dengan spesifikasi yang memadai untuk mengakses internet.

5. Perlu adanya dialog dengan masyarakat sebagai stockholder pendidikan tentang program-program sekolah untuk mendapatkan support dan dukungan dari masyarakat dan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan program sekolah. Pola ini lebih menempatkan masyarakat sebagai mitra sekolah ketimbang sebagai oposisi terhadap sekolah. Kesamaan persepsi antara sekolah dan masyarakat akan sangat produktif bagi keberhasilan program sekolah termasuk di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

sumber: http://syopian.net/blog/?p=891

»»  read more

Rabu, 18 November 2009

Foto Dulu Yuk

Nih teman-teman kita lagi pada pengen foto. Jepret.. jepret... jepret.....

INI TEMAN-TEMAN ANGKATAN PERTAMA PADA MEJENG SENYUM.















ANGKATAN KEDUA, MASIH FULL SERAGAM, PULANG SEKOLAH LANGSUNG TRAINING
»»  read more
 

Copyright (c) 2009 ICT for Youth: We Can Change The World. All rights reserved. Design by NodeThirtyThree + Free CSS Templates. Bloggerized by Free Blogger Template.